SEJARAH KELUARGA SEJAK TAHUN 1948

1945

The parisian impetus

Jean Cassegrain mengambil alih "Au Sultan", toko tembakau mewah yang didirikan pada tahun 1926 oleh orang tuanya

Jean Cassegrain membangun reputasi Longchamp, yang berhasil menarik baik pelanggan internasional yang sering berkunjung ke Grands Boulevards maupun warga Paris setempat yang tak asing dengan teater-teater di ibu kota. Didorong oleh semangat zaman, kesuksesan Longchamp dapat dirangkum dalam dua kata: Inovasi dan Kualitas.

1948

Inovasi & kualitas

Pada tanggal 1 Februari 1948, Jean Cassegrain membuka jalan bagi sebuah petualangan besar dalam dunia produk kulit Prancis. Sejak awal, Maison ini telah menetapkan standar dengan menciptakan pipa yang dilapisi kulit.

Terletak di jantung kota Paris, rumah tersebut berada di lokasi yang sangat strategis: "Rumah itu berada di Boulevard Poissonnière, di Arondisemen Kedua. Di kaki gedung itu terdapat Civette. Dulu, tempat itu sangat ramai! Kawasan itu merupakan pusat perbelanjaan yang sibuk. Rute dari Place de la République hingga Madeleine saat itu masih sangat sepi. Champs-Élysées pun hampir belum ada..." kenang Philippe Cassegrain.

1948

Longchamp oleh Philippe Cassegrain

Bagi Philippe Cassegrain, Longchamp Maison bukan sekadar sebuah perusahaan, melainkan sebuah petualangan keluarga.

Lahir pada tahun 1937, Philippe berusia 11 tahun ketika ayahnya mendirikan Longchamp pada tahun 1948. Saat merek ini merayakan ulang tahun ke-70, ia berbagi kenangannya tentang dekade pertama pendirian merek tersebut, mulai dari masa-masa awal hingga ciri-ciri khas yang menjadi inti dari Longchamp. "Pada masa itu, kami tidak bersekolah pada hari Kamis, jadi kami membuat kotak rokok atau kotak paspor, misalnya; saya memiliki mesin pelapis emas kecil untuk menandai Longchamp dengan daun emas."

1948

Pameran Paris

Jean Cassegrain memilih kulit buaya dan kadal, serta bekerja sama dengan para pengrajin terbaik.

Ia memamerkan koleksi barunya ini untuk pertama kalinya pada tanggal 1 Mei 1948 di Pameran Paris, sebuah ajang penting bagi inovasi di mana rumah-rumah mode mewah kembali berpartisipasi dengan antusias pasca perang. Philippe mengenang: “Ayah saya menyambut pelanggan dari seluruh dunia di stan-nya, yang penasaran untuk menemukan hal-hal baru dan gaya busana yang sedang naik daun. Penting untuk memahami konteksnya: ini adalah tahun ketika masyarakat pertama kali melihat televisi, dan televisi itu berfungsi—sebuah revolusi!”

1948

Logo yang terinspirasi

Selama perjalanan hariannya dari rumah ke pusat kota Paris, Jean Cassegrain menikmati pemandangan salah satu “kincir angin” terakhir di ibu kota.

Terletak di ujung arena pacuan kuda Longchamp, ia mulai bermain-main dengan bunyi nama belakangnya, yang mengingatkan pada proses penggilingan—"cass-grain": secara harfiah berarti "penghancur biji"—dan mengaitkannya dengan dunia perlengkapan berkuda, yang menjadi inspirasi desain koleksinya. Berawal dari inspirasi tersebut, Jean Cassegrain menugaskan Turenne Chevallereau untuk merancang simbol yang tak akan pernah ditinggalkan oleh Le Maison. Gerakan kuda yang berlari kencang, simbol keanggunan, melahirkan apa yang kelak menjadi lambang Le Maison.

1955

Peluncuran produk kulit berukuran kecil

Ekspansi internasional merek tersebut menginspirasi Jean Cassegrain untuk menciptakan sampul paspor berbahan kulit yang dihiasi dengan emboss daun emas dan lambang masing-masing negara.

Menyusul kesuksesannya, Jean Cassegrain memperluas jajaran produk Maison dengan memperkenalkan aksesori kulit berukuran kecil ke dalam koleksinya.

1956

Perjalanan & penemuan

Jean Cassegrain melihat sebuah peluang dan langsung memanfaatkannya: sudah waktunya putra sulungnya melakukan perjalanan dan menjelajahi budaya-budaya baru.

Pada usia 16 tahun, Philippe muda naik kapal pesiar Union-Castle menuju Afrika. Setahun kemudian, pada tahun 1954, saat usianya genap 17 tahun, Philippe melakukan perjalanan ke Hong Kong untuk pertama kalinya. Setelah perjalanan ke Afrika dan Asia, ia melanjutkan perjalanannya ke Amerika Utara. Selama tiga tahun berturut-turut, Philippe sering berkunjung ke sana dan meletakkan dasar-dasar Maison.

1959

Pembukaan lokakarya pertama

Untuk mendukung kesuksesan Longchamp yang terus berkembang, Jean memutuskan untuk berinvestasi dalam Workshop miliknya sendiri.

Ia memutuskan untuk membuka usaha di Segré, sebuah kota kecil di dekat Angers, di mana ia dapat mengandalkan keahlian Bapak dan Ibu Allet beserta tim mereka, yang telah bekerja untuk Maison selama beberapa tahun.

1961

Kebangkitan bersama Orly

Sejak tahun 1960-an, terminal Bandara Orly Sud telah menjadi contoh revolusi yang luar biasa.

Terminal ini tidak hanya menarik para pelancong, tetapi juga para wisatawan yang datang untuk menyaksikan pesawat lepas landas dari teras terbuka terminal tersebut, serta berharap dapat bertemu dengan Audrey Hepburn, Greta Garbo, Romy Schneider, atau Ray Charles yang memilih Orly sebagai tempat wawancara-wawancaranya di Paris. Philippe mengenang: "Sejak awal, ayah saya mendirikan sebuah stan Longchamp di Orly untuk memamerkan koper-koper. Saya yang membuka toko pertama itu. Itu adalah sebuah petualangan. Pada pukul tujuh pagi, saya sudah menjual banyak koper, dan pada sore hari, saya sudah berada di kantor.”

1971

Tahun 70-an

Longchamp merayakan para wanita

Pada tahun 1971, Philippe Cassegrain merancang tas wanita pertamanya dan meluncurkan lini produk kulit Longchamp, yang meraih kesuksesan besar di Jepang.

1971

Seni berkolaborasi

Longchamp senang memberikan kejutan dengan membuka Workshop-nya bagi para kreator paling inovatif.

Ini merupakan awal dari serangkaian kolaborasi yang panjang dengan para tokoh seperti Serge Mendjiski, Jean-Luc Moerman, Tracy Emin, Thomas Heatherwick, dan Jeremy Scott, yang semuanya bekerja sama dengan Maison dalam menciptakan desain-desain yang sangat diminati baik oleh para kolektor seni maupun kolektor tas langka. Sebuah pendekatan inovatif dan visioner terhadap hubungan antara seni dan keahlian kerajinan yang terus berlanjut hingga saat ini.

1988

Pembukaan toko utama pertama

Longchamp memasuki dunia ritel dengan pembukaan toko andalannya yang pertama pada tahun 1988 di 390 rue St Honoré, di jantung kota Paris, ibu kota mode dunia.

Lokasi bergengsi ini dipilih oleh Michèle Cassegrain, istri Philippe sekaligus kepala Longchamp Boutiques. Setelah pembukaan toko andalan pertama ini, ia memimpin ekspansi yang luar biasa dalam jaringan distribusi, yang kini memiliki 300 butik bermerek sendiri.

1993

Peluncuran sebuah ikon: Le Pliage

Le Pliage: Desain yang ringan masih menjadi tantangan besar bagi semua produsen barang-barang kulit. Bagaimana cara menggabungkan kelembutan bulu dengan ketahanan sebuah tas?

Masalah tersebut tampak tak terpecahkan pada awal tahun 90-an. Namun, misteri-misteri aritmatika itu membangkitkan rasa ingin tahu Cassegrain... karena setiap proyek yang tampaknya mustahil justru mendorong para pengrajin untuk terus mengembangkan SAVOIR-FAIRE Maison. Dan begitulah, Le Pliage pun lahir.

Kalimat ikonik ini akan mengubah sejarah Maison selamanya.

1993

Sebuah ikon baru pun tercipta: Tas Tote Roseau

Roseau: tas tote kulit berukuran besar dengan penutup berhias permata berbentuk bambu ini menandai dimulainya kesuksesan yang luar biasa.

Sebagai favorit para jurnalis dan pencipta tren, tas ini sering terlihat di barisan depan peragaan busana dan di jalanan Paris. Namun, sekilas, tas ini tampak agak berbeda! Tas ini tidak bisa dikenakan di bahu atau disilangkan di tubuh, dan tidak bisa ditutup!

2006

Menonjolkan pesona Longchamp

Di milenium baru ini, Longchamp semakin memperkuat posisinya sebagai rumah mode.

Di bawah arahan artistik Sophie Delafontaine, merek ini menggambarkan sosok wanita Longchamp: bebas dan mandiri, bergaya Paris, serta kosmopolitan. Merek ini meluncurkan koleksi Ready-to-Wear pada tahun 2006, disusul koleksi sepatu pada tahun 2012 dan kacamata pada tahun 2017.

2017

Ciri arsitektur baru

Pada tahun 2017, Longchamp memperkenalkan ciri khas visual barunya yang bertajuk “Prismatic” di butiknya di Kerry Centre, Shanghai.

Konsep unik ini kembali dihadirkan pada tahun yang sama bertepatan dengan pembukaan toko utama Maison di Omotesando, Tokyo. Pada tahun 2018, elemen khas tersebut menghiasi fasad toko utama baru di Fifth Avenue, New York.

2018

Peragaan busana pertama di New York Fashion Week

8 September 2018, di sebuah ruang yang baru saja dibuka: lantai ke-68 di 3 World Trade Center.

Di balik layar: para tokoh terkemuka di industri ini. 40 model: selebriti papan atas dan nama-nama yang sedang naik daun. Para tamu: selebriti ikonik dan influencer. Tahun yang menandai perayaan ulang tahun ke-70 Maison.

2019

Le Pliage mengurangi jejak karbonnya

Sejak 2019, Longchamp secara bertahap telah mengganti semua serat sintetis baru dalam koleksinya dengan serat daur ulang.

Pada tahun 2023, transisi ini akan selesai sepenuhnya dan seluruh lini produk barang kulit serta koper kanvas perusahaan akan dibuat dari serat daur ulang. Dimulai dari seluruh jajaran produk Le Pliage, jejak karbon telah berkurang sebesar 20%. Pendekatan ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

2019

Peluncuran My Pliage Signature dan Pliage Green

Inovasi ini, yang menjadi ciri khas Longchamp, merupakan perpaduan sempurna antara kreativitas, inovasi teknologi, dan tanggung jawab lingkungan.

Versi daur ulang dari model ikonik kami (Pliage nilon asli), kali ini terbuat dari 100% nilon daur ulang.
Pada tahun 2023, semua kain sintetis yang kami gunakan akan ditenun dari benang daur ulang.

2022

Longchamp, sebuah kisah keluarga

Menggambarkan Longchamp berarti menceritakan kisah sebuah keluarga.

Keluarga Cassegrain, yang mewarisi kecintaan terhadap kulit dan kreativitas dari pendiri Le Maison: Philippe Cassegrain. Saat ini, rumah mode tersebut dipimpin oleh generasi ketiga keluarga Cassegrain: putra sulungnya, Jean, menjabat sebagai CEO; putrinya, Sophie Delafontaine, sebagai direktur kreatif; dan putra bungsunya, Olivier, memimpin pengembangan butik-butik merek tersebut di Amerika.